Keputusan Jangka Pendek Perusahaan untuk Tutup
Sejauh ini, kita telah menganalisis pertanyaan tentang berapa banyak barang yang akan dihasilkan oleh perusahaan. Akan tetapi pada beberapa situasi, perusahaan akan memutuskan untuk menghentikan produksi dan tidak menghasilkan barang sama sekali.
Sejauh ini, kita telah menganalisis pertanyaan tentang berapa banyak barang yang akan dihasilkan oleh perusahaan. Akan tetapi pada beberapa situasi, perusahaan akan memutuskan untuk menghentikan produksi dan tidak menghasilkan barang sama sekali.
Sekarang kita harus membedakan antara tutup sementara
dengan tutup selamanya yang di lakukan perusahaan oleh pasar. Tutup sementara
(shut down) mengacu kepada keputusan jangka pendek sedangkan tutup selamanya
(exit) mengacu kepada keputusan jangka panjang. Keputusan jangka panjang dan
jangka pendek berbeda karena perusahaan tidak dapat menghindari biaya tetap
saat mengambil keputusan jangka pendek, akan tetapi dapat menghindari biaya
tetap pada saat mengambil keputusan jangka panjang.
Sebagai contoh, bayangkan keputusan produksi yang
dihadapi oleh petani. Biaya tanah adalah biaya tetap dari petani. Sekarang mari
pertinmbangkan apa yang menentukan keputusan tutup sementara yang diambil oleh
perusahaan. Jika perusahaan tutup sementara, perusahaan itu akan kehilangan
semua pendapatan dari penjualan produknya. Dengan demikian, perusahaan melakukan tutup sementara jika
pendapatan yang diperoleh dari produksi lebih kecil daripada biaya variabel
produksi tersebut.
Sedikit konsep matematika dapat membuat kiteria tutup
sementara ini dapat bermanfaat. Jika TR melambangkan pendapatan total dan VC
melambangkan biaya variabel maka keputusan perusahaan dapat ditulis dengan :
Tutup sementara jika TR < VC
Perusahaan
melakukan tutup sementara jika pendapatan total dari biaya variabel. Dengan
membagi kedua sisi ketidksamaan ini dengan jumlah Q, kita dapat menulis
Tutup Sementara jika TR/Q < VC/Q
Seperti yang kita telah bahas sebelumnya, pendapatan
untuk semua rata-rata untuk semua perusahaanadakah harga barang P. VC/Q adalah biaya variabel rata-rata AVC. Oleh karena itu, kriteria tutup
sementara perusahaan adalah
Tutup sementara jika P< AVC
Artinya, sebuah perusahaaan
memutuskan untuk menutup sementara jika harga barang kurang dari biata variabel
rata-rata produksi. Perusahaan dapat membuka kembali pada masa yang akan dating
jika kondisinya berubah saat harga barang meebihi biaya variabel rata-rata.
Jika perusahaaan berproduksi maka perusahaan memproduksi jumlah barang pada saat
biaya marginalnya menyamai harga barang, Namun jika harga kurang dari biaya
variabel rata-rata pada jumlah tersebut, sebaiknya perusahaan berhenti dan
tidak berproduksi.
Susu yang Tumpah dan Biaya Tertanam lainya
Para
ekonom mengatakan bahwa sebuah biaya merupakan biaya tertanam (sunk scot)
saat biaya tersebut telah dikomitmenkan (telah dibayarkan) dan tidak dapat
dikembalikan . Dalam arti lain biaya tertanam adalah kebalikan dari biaya
kesempatan (opportunity cost). Biaya
kesempatan adalah apa yang harus anda berikan jika anda memilih untuk melakukan
sesuatu daripada melakukan hal lain, sedangkan biaya tertanam tidak dapat
dihindari, tanpa melihat piihan yang anda buat. Analisis terhadap keputusan
menutup sementara yang diambil oleh perushaan adalah salah satu contoh
pengabaian biaya tertanam.
Pengabaian
biaya tertanam juga penting untuk personal. Misalnya, anda mendapatkan nilai
untuk menonton film terbaru sebesar $10. Anda membeli tiket seharga $7, tetapi
sebelum memasuki bioskop, anda kehilangan tersebut. Apakah anda membeli tiket
yang lain? Jawabnya adalah anda harus membeli tiket lain. Nilai $7 yang anda
bayarkan untuk tiket yang hilang adalah biaya tertanam. Seperti susu yang
tumpah, tidak aka nada gunanya jika anda mengisi hal tersebut.
Keputusan Jangka Panjang Perusahaan untuk Masuk atau Keluar Pasar
Keputusan jangkap panjang perusahaan untuk keluar dari
pasar hampir sama dengan keputusan tutup sementara. Jika perusahaan keluar maka
perusahaan akan kehilangan pendapatan dari penjualan produknya. Dengan demikian, perusahaan keluar dari pasar jika
pendapatan yang akan diperoleh dari hasil produksi kurang dari biaya total.
Kita juga dapat membuat kriteria ini lebih bermanfaat
dengan menulisnya secaa matematis. Jika TR
melambangkan pendapatan total, dan TC
melambangkan biaya total, maka kriteria perusahaan dapat ditulis sebagai :
Keluar jika TR < TC
Perusahaan keluar jika
pendapatan total kurang dari biaya total. Dengan membagi kudua sisi
pertidaksamaan ini dengan jumlah, Q, kita memperoleh
Keluar jika TR/Q < TC/Q
Kita dapat menyederhanakan
pertidaksaman ini dengan mengingat bahwa TR/Q
adalah pendapatan rata-rata, yang setara dengan P, dan TC/Q adalah biaya
total rat-rata ATC. Oleh karena itu,
kriteria perusahaan adalah
Keluar jika P < ATC
Artinya, sebuah perusahaan
menilai untuk keluar jika harga barang kurang dari biaya total rata-rata
produksi.
Analisis parallel berlaku untuk pengusaha yang sedang mempertimbangkan untuk memulai perusahaan. Perusahaan akan memasuki pasar jika tindakan tersebut dapat menguntungkan, yang terjadi jika hargabarag melebihi biaya total rata-rata produksi. Kriteria untuk masuk (entry) adalah
Analisis parallel berlaku untuk pengusaha yang sedang mempertimbangkan untuk memulai perusahaan. Perusahaan akan memasuki pasar jika tindakan tersebut dapat menguntungkan, yang terjadi jika hargabarag melebihi biaya total rata-rata produksi. Kriteria untuk masuk (entry) adalah
Masuk jika P < ATC
Kriteria untuk masuk adalah
kebalikan dari kriteria keluar.
Sekarang, kita dapat mendeskripsikan strategi maksimilasasi keuntungan jangka panjang perusahaan kompetitif. Jika perusahaa dalam pasar, perusahaan tersebut memproduksi sejumlah barang di mana biaya marginalnya sama dengan barang. Namun, jika harganya kurang dari biaya total rata-rata dari jumlah jumlah tersebut, perusahaan memilih untuk keluar pasar. Kurva penawaran jangka panjang perusahaan kompotitif adalah bagian kurva biaya-marginal yang berada di atas biaya total rata-rata produksi.
Sekarang, kita dapat mendeskripsikan strategi maksimilasasi keuntungan jangka panjang perusahaan kompetitif. Jika perusahaa dalam pasar, perusahaan tersebut memproduksi sejumlah barang di mana biaya marginalnya sama dengan barang. Namun, jika harganya kurang dari biaya total rata-rata dari jumlah jumlah tersebut, perusahaan memilih untuk keluar pasar. Kurva penawaran jangka panjang perusahaan kompotitif adalah bagian kurva biaya-marginal yang berada di atas biaya total rata-rata produksi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar