Minggu, 14 Juni 2015

Keputusan Jangka Pendek Perusahaan untuk tutup

Keputusan Jangka Pendek Perusahaan untuk Tutup
Sejauh ini, kita telah menganalisis pertanyaan tentang berapa banyak barang yang akan dihasilkan oleh perusahaan. Akan tetapi pada beberapa situasi, perusahaan akan memutuskan untuk menghentikan produksi dan tidak menghasilkan barang sama sekali.
            Sekarang kita harus membedakan antara tutup sementara dengan tutup selamanya yang di lakukan perusahaan oleh pasar. Tutup sementara (shut down) mengacu kepada keputusan jangka pendek sedangkan tutup selamanya (exit) mengacu kepada keputusan jangka panjang. Keputusan jangka panjang dan jangka pendek berbeda karena perusahaan tidak dapat menghindari biaya tetap saat mengambil keputusan jangka pendek, akan tetapi dapat menghindari biaya tetap pada saat mengambil keputusan jangka panjang.
            Sebagai contoh, bayangkan keputusan produksi yang dihadapi oleh petani. Biaya tanah adalah biaya tetap dari petani. Sekarang mari pertinmbangkan apa yang menentukan keputusan tutup sementara yang diambil oleh perusahaan. Jika perusahaan tutup sementara, perusahaan itu akan kehilangan semua pendapatan dari penjualan produknya. Dengan demikian, perusahaan melakukan tutup sementara jika pendapatan yang diperoleh dari produksi lebih kecil daripada biaya variabel produksi tersebut.
            Sedikit konsep matematika dapat membuat kiteria tutup sementara ini dapat bermanfaat. Jika TR melambangkan pendapatan total dan VC melambangkan biaya variabel maka keputusan perusahaan dapat ditulis dengan :
                                                Tutup sementara jika TR < VC
Perusahaan melakukan tutup sementara jika pendapatan total dari biaya variabel. Dengan membagi kedua sisi ketidksamaan ini dengan jumlah Q, kita dapat menulis
                                                Tutup Sementara jika TR/Q < VC/Q
            Seperti yang kita telah bahas sebelumnya, pendapatan untuk semua rata-rata untuk semua perusahaanadakah harga barang P. VC/Q adalah biaya variabel rata-rata AVC. Oleh karena itu, kriteria tutup sementara perusahaan adalah
                                                Tutup sementara jika P< AVC
Artinya, sebuah perusahaaan memutuskan untuk menutup sementara jika harga barang kurang dari biata variabel rata-rata produksi. Perusahaan dapat membuka kembali pada masa yang akan dating jika kondisinya berubah saat harga barang meebihi biaya variabel rata-rata. Jika perusahaaan berproduksi maka perusahaan memproduksi jumlah barang pada saat biaya marginalnya menyamai harga barang, Namun jika harga kurang dari biaya variabel rata-rata pada jumlah tersebut, sebaiknya perusahaan berhenti dan tidak berproduksi.

Susu yang Tumpah dan Biaya Tertanam lainya
Para ekonom mengatakan bahwa sebuah biaya merupakan biaya tertanam (sunk scot) saat biaya tersebut telah dikomitmenkan (telah dibayarkan) dan tidak dapat dikembalikan . Dalam arti lain biaya tertanam adalah kebalikan dari biaya kesempatan (opportunity cost). Biaya kesempatan adalah apa yang harus anda berikan jika anda memilih untuk melakukan sesuatu daripada melakukan hal lain, sedangkan biaya tertanam tidak dapat dihindari, tanpa melihat piihan yang anda buat. Analisis terhadap keputusan menutup sementara yang diambil oleh perushaan adalah salah satu contoh pengabaian biaya tertanam.
Pengabaian biaya tertanam juga penting untuk personal. Misalnya, anda mendapatkan nilai untuk menonton film terbaru sebesar $10. Anda membeli tiket seharga $7, tetapi sebelum memasuki bioskop, anda kehilangan tersebut. Apakah anda membeli tiket yang lain? Jawabnya adalah anda harus membeli tiket lain. Nilai $7 yang anda bayarkan untuk tiket yang hilang adalah biaya tertanam. Seperti susu yang tumpah, tidak aka nada gunanya jika anda mengisi hal tersebut.

Keputusan Jangka Panjang Perusahaan untuk Masuk atau Keluar Pasar
            Keputusan jangkap panjang perusahaan untuk keluar dari pasar hampir sama dengan keputusan tutup sementara. Jika perusahaan keluar maka perusahaan akan kehilangan pendapatan dari penjualan produknya. Dengan demikian, perusahaan keluar dari pasar jika pendapatan yang akan diperoleh dari hasil produksi kurang dari biaya total.
            Kita juga dapat membuat kriteria ini lebih bermanfaat dengan menulisnya secaa matematis. Jika TR melambangkan pendapatan total, dan TC melambangkan biaya total, maka kriteria perusahaan dapat ditulis sebagai :
                                                            Keluar jika TR < TC
Perusahaan keluar jika pendapatan total kurang dari biaya total. Dengan membagi kudua sisi pertidaksamaan ini dengan jumlah, Q, kita memperoleh
                                                            Keluar jika TR/Q < TC/Q
Kita dapat menyederhanakan pertidaksaman ini dengan mengingat bahwa TR/Q adalah pendapatan rata-rata, yang setara dengan P, dan TC/Q adalah biaya total rat-rata ATC. Oleh karena itu, kriteria perusahaan adalah
                                                            Keluar jika P < ATC
Artinya, sebuah perusahaan menilai untuk keluar jika harga barang kurang dari biaya total rata-rata produksi.
            Analisis parallel berlaku untuk pengusaha yang sedang mempertimbangkan untuk memulai perusahaan. Perusahaan akan memasuki pasar jika tindakan tersebut dapat menguntungkan, yang terjadi jika hargabarag melebihi biaya total rata-rata produksi. Kriteria untuk masuk (entry) adalah
                                                            Masuk jika P < ATC

Kriteria untuk masuk adalah kebalikan dari kriteria keluar.
            Sekarang, kita dapat mendeskripsikan strategi maksimilasasi keuntungan jangka panjang perusahaan kompetitif. Jika perusahaa dalam pasar, perusahaan tersebut memproduksi sejumlah barang di mana biaya marginalnya sama dengan barang. Namun, jika harganya kurang dari biaya total rata-rata dari jumlah jumlah tersebut, perusahaan memilih untuk keluar pasar. Kurva penawaran jangka panjang perusahaan kompotitif adalah bagian kurva biaya-marginal yang berada di atas biaya total rata-rata produksi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar